Tampilkan postingan dengan label Situs Agen Pkv Games Online Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Agen Pkv Games Online Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2020

Wanita Kantoran Bispak


Wanita Kantoran Bispak


Cara Phone Sex dengan Pasangan Agar Tidak Canggung
Cerita Sex Terbaru | Namaku Antonie. Saat ini umurku 30 tahun. Sebenarnya aku sudah berumah tangga dengan seorang istri yang cantik dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang ganteng berumur 4 tahun. Tapi hasrat untuk berpetualang dan menikmati hubungan sex yang bervariasi membuatku ingin mencoba mencari pasangan selain istriku.

Aku tidak suka ‘jajan’. Sebab selain takut akan resiko-resiko yang tidak diinginkan, aku juga tidak suka hubungan yang didasari ‘jual beli’, aku merasa tidak ada romantismenya. Hubungan seperti itu hanya seperti kalo kita ingin buang air kecil di toilet umum, setelah selesai tinggal mengeluarkan uang receh, lalu pergi. Belum lagi mengingat resiko penyakit menular seksual yang sekarang bermacam-macam jenisnya.

Aku mempunyai beberapa kisah menarik sehubungan dengan petualanganku untuk mencoba variasi sex selain dengan istriku. Hampir keseluruhan affair itu aku lakukan dengan wanita-wanita yang kukenal baik melalui chatting di internet ataupun perkenalan tanpa sengaja di kendaraan umum ketika delam perjalananku menuju ke tempat kerja. Aku berharap dengan cerita yang kukirim ini, para pembaca akan memberi masukan, baik berupa saran maupun hal-hal lainnya.

Petualangan yang akan kuceritakan ini terjadi tidak terlalu lama berselang. Sebagai seorang karyawan sebuah perusahaan asing yang yang bergerak dibidang konsultasi teknis yang berlokasi di daerah Kelapa Gading, aku berangkat dan pulang dari kantor selalu menggunakan kendaraan umum. Aku biasanya menggunakan bis Patas AC. Aku selalu berusaha untuk memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan seorang wanita.

Ini adalah pertimbanganku agar perjalanan yang cukup jauh dari lokasi tempat tinggalku menjadi nyaman. Karena dengan duduk bersebelahan dengan wanita, pertama-tama aku merasa aman karena akan jauh dari dari rasa was-was terhadap kemungkinan menjadi korban copet. Kedua, aroma para wanita biasanya lebih enak, dan tentu saja akan merupakan penambahan rasa aman selama diperjalanan.

Pada suatu ketika, aku duduk bersebelahan dengan seorang dara cantik.

Aku biasanya membawa majalah untuk dibaca2 agar dapat mengusir kejenuhan perjalanan. Sebab dengan jarak perjalanan yang cukup jauh, tanpa kegiatan apa – apa akan membuat suasana menjadi jenuh dan membosankan. Ketika aku sedang asyik membaca, gadis cantik disebelah aku kuperhatikan juga ikut melirik bacaan yang sedang kubaca. Aku ketahui dari ekor mataku yang meliriknya memperhatikan bacaan yang kubawa. Kemudian aku mulai berbasa-basi kepadanya.

” Ke kantor yah Mbak? ” tanyaku klise untuk memecahkan kekakuan.

” Iya..” jawab gadis itu singkat.

” Kantornya dimana? ” tanyaku lagi untuk lebih memperpanjang pembicaraan.

“Di Kemayoran”

Lalu kamipun terlibat pembicaraan mengenai hal-hal yang ringan. Sebelum aku turun, aku tak lupa meminta nomor teleponnya. Dan meminta izin apakah aku bisa meneleponnya di kantor. Singkat cerita, kamipun selalu berhubungan melalui telepon. Selanjutnya kuketahui kalo dia bernama Wiwiek.

Gadis itu mempunyai rambut yang indah serta bibir yang sensual sekali. Tingginya sekitar 165 cm. Kami terkadang janjian untuk pulang bareng, karena rute bis yang kami lalui sama. Suatu saat aku mengajaknya untuk nonton di Atrium, Senen. Sebelum film diputar, kami makan dulu di salah satu fast food resto yang ada disitu. Dari situ dia lalu bercerita tentang masalah pribadinya.

Dia bercerita bahwa dia mempunya affair dengan atasannya yang sudah mempunyai istri di kantor. Aku bertanya kenapa tidak mencari pria yang lebih muda dan masih single. Dia menjawab bahwa dia sudah terlanjur sayang dengan pria ini. Aku bilang dia harus berusaha melepaskan diri dari pria berisitri ini. Aku punya cara, tawarku. Lalu kamipun memasuki teater 21, karena film sudah mulai diputar.

Selama film diputar, aku berusaha untuk menciumnya. Tapi dia masih berusaha bertahan. Akhirnya, aku bersabar aja. Lalu ketika film sudah usai, aku mengajaknya untuk mencari tempat ngobrol dan makan lagi, karena perutku belum kenyang dengan makanan ‘fast food’ tadi. Kami menuju ke Hotel Cempaka Sari, dimana disitu kuketahui juga memiliki restoran. Setelah memesan nasi makanan dan minuman. Aku menawari kepada Wiwiek untuk makan dikamar agar lebih nyaman dan bisa sambil ngobrol.

Lalu Entah apa yang terlintas di pikirannya, dia langsung mengiyakan saja ajakanku itu. Lalu aku menuju ke front office dan memesan kamar sambil mengatakan agar makanan yang kami pesan tadi langsung diantar kekamar. Sesampainya dikamar, aku menawarkan agar dia mandi dulu. Dia bilang nanti aja, setelah selesai makan. Setelah selesai makan, aku berbaring ditempat tidur. Aku menatap wajah gadis yang memang cantik ini. Lalu aku menarik tangannya untuk bersama berbaring di kasur. Lalu aku mulai memancingnya bercerita lebih jauh lagi tentang affair dirinya dengan atasannya di kantor.

Sambil bercerita aku dekatkan diriku semakin dekat dengan dengan tubuhnya. Kugenggan tangannya lalu kubelai rambutnya. Dia diam tidak bereaksi. Lalu tanganku berpindah membelai pipinya, Pelan2 tanganku kuturunkan ke bibirnya, dia juga diam tak bereaksi. Kulihat matanya terpejam. Lalu aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Aku mencium pipinya. Dia agak mengelak kali ini. Aku lalu membaringkan dirinya tepat di bawahku. Dia memejamkan matanya. Aku tau ini adalah sebuah tanda. Lalu kukecup kening, kedua pipinya. Kemudian aku beralih kebibirnya yang sensual itu. Dia hanya diam tidak membalas.

“Jangan ah..” ujarnya.Cerita Sex Terbaru

Aku tidak menghiraukan larangannya. Karena aku tau dia mulai menyukai serangan2ku. Aku membelai payudaranya sambil kukecup terus bibirnya. Perlahan, dia mulai mengerang dan membuka mulutnya.

“Ah..sshh..jangan.. aku gak bisa kayak gini..sshh” protesnya perlahan tanpa melakukan perlawanan yang berarti.

Aku lalu mulai membuka, kancing bajunya. Namun dia menggenggan tanganku bermaksud melarang aku untuk meneruskan perbuatanku. Aku harus agak sabar memang. Kuturunkan wajahku ke perutnya yang masih dibungkus kemeja warna coklat muda. Ku tatap belahan selangkangannya yang juga masih ditutupi celana yang senada dengan kemejanya. Lalu kecium belahan diantara kedua pahanya. Dia merintih lagi.

“Ahh..”

Aku terus mencium daerah yang paling sensitive tersebut selama beberapa saat. Dia mulai merenggangkan kakinya.

“Buka aja yah celananya, biar agak enakan?” ujarku untuk meminta izinnya.

“Jangan ah. Begini aja. Nanti keterusan”

“Gak apa apa kok. Gak bakalan sampai keterusan” jawabku menenangkan hatinya.

Lalu kutarik risleting celananya. Kemudian kuturunkan perlahan celananya. Dia menaikkan pinggulnya membantu .

Terlihatlah CD nya yang berwarna cream yang terbuat dari bahan katun halus. Tepat ditengahnya terpampang gundukan indah yang kelihatan mulai basah. Lalu kucium gundukan itu.

“Ahh..sshh..” Wiwiek memegang kepalaku.

Sambi terus mengecup dan menjilat gundukan vaginanya yang masih tertutupi CDnya, aku membuka celana jeans yang kupakai. Lalu kulempar jeans tersebut tak perduli ia terbang kemana. Lalu aku melepas juga kemejaku. Kulihat Wiwiek menatap diriku yang bugil dan agak kaget melihat penisku yang sudah menegang dan siap menyerang. Dia terlihat pasrah dan tak perduli lagi apa yang akan kulakukan selanjutnya.Lalu kuturunkan lagi wajahku ke wajahnya. Aku mengecup bibirnya.
Film Sex Barat Muasin Bos Cantik Diatas Meja Kerjanya - Situs ...

Kali ini dia membalas. Bahkan dia melingkarkan tangannya ditubuhku. Aku meregangkan kedua belah kakinya. Kugesek2kan penisku di diatas vaginanya yang masih berbalut CD. Lalu aku memegang penisku. Aku udah gak tahan. Aku mencari2 sela diantara CD nya untuk bisa menyentuh vaginanya dengan kepala penisku.

“Jangan dimasukin..ahh..aku gak bisa.. sshh..” Kembali dia protes.

Tapi aku tidak perduli. Aku tau dia mulai menyukai permainanku. Setelah kubuka sedikit celah CDnya yang tepat menutupi bibir vaginanya, aku menggosok2an kepala penisku di bibir vaginanya, tentu masih dengan bantuan tanganku. Terasa basah dan berlendir. Lalu aku mencari2 liang vagina yang merupakan target utamaku. Ketika terasa kepala penisku sudah tepat berada di depan liang vaginanya yang licin dan basah, aku mendorong pantatku perlahan.

“Ohh.. sshh.. jangann.. ahh..” Dia mengerang ketika kepala penisku mulai menerobos masuk.

Aku lalu menekan lebih kuat lagi. Dan..blssesbb..masuklah dengan sukses penisku kedalam liang kenikmatan miliknya. Matanya yang indah itu sedikit terbelalak, lalu terpejam kembali

“Ahh..sshh..ohh..” Dia melingkarkan kedua kakinya ke pinggangku.Cerita Sex Terbaru

Aku terus menyodok dan mendorongkan penisku kedalam vaginanya. Aku melakukannya cukup lama. Sekitar 25 menit. Lalu terlihat dia menegang dan merangkulku dengan kencang. Aku tau ini saatnya dia orgasme. Aku juga tidak mau kehilangan moment ini. Aku semakin mempercepat ritme kocokan penisku menghujam liang vaginanya.

“Ahh..jangan dikeluarin didalam ..hh..ohh..yahh..”Bisiknya.

Lalu terasa aliran klimaks mulai mengaliri diriku. Aku merasa penisku akan memuntahkan sperma. Aku mengocok semakin keras. Lalu aku memeluk dirinya erat2 berbarengan dengan tarikan kakinya yang semakin memeluk pinggangku dengan kuat. Aku tak berdaya lagi. Dan, crot..crot..crot..tumpahlah spermaku menghujani liang vagina sampai ke rahimnya.

“Ahh..” Dia mengerang keras.

Aku menatapnya lemas tanpa mengeluarkan penisku yang masih berada didalam vaginanya yang terasa masih memijat-mijat penisku. Terlihat dia tersenyum, tapi kulihat ada linangan air mata dipipinya.

” Kamu nakal. Tapi kamu sangat lama bercinta daripada pacarku” Katanya.

Sesudah itu tertidur, hingga jam dua pagi aku terbangun kembali. Aku menatap disekelilingku dan mencoba-mencoba menginngat apa yang telah terjadi. Kemudian kulihat seorang wanita terbaring disisiku. Wiwiek. Ah, ternyata dia begitu masih menggairahkan, pikirku dalam hati. Aku lalu berpikir untuk menyetubuhinya sekali lagi. Lalu kubuka selangkangannya yang telah dia tutupi dengan celana dalamnya. Kemudian kujilat celah diantara pahanya. Aku lalu mengeluarkan penisku. Kubuka CDnya pelan-pelan tanpa berusaha membangunkannya. Kuusap bukit berbulu yang indah tersebut tepat ditengah-tengah, terasa begitu basah. Lalu kulumuri batangku dengan lendir vaginanya yang beraroma sangat khas.


Aku sudah nggak tahan. Lalu perlahan kuarahkan kepala penisku yang mengkilat kedepan liang vaginanya yang kubuka dengan bantuan dua jari tanganku. Lalu kudorong perlahan. Keliatan dia menggeliat sebentar. Lalu terdiam kembali. Aku mendorong penisku lebih dalam, dan karena laing vaginanya sudah begitu basah, amblas semua batangku menyeruak daging empuk, hangat dan lembab tersebut. Aku lalu menyodok dan mengocok dengan perlahan. Terdengar dia mendesis, tapi seakan tidak mau membuka matanya. Crep.. crep.. crep.. jlebb.. jleb. Semakin cepat dan semakin cepat. Dia lalu merintih halus.

“Ahh.. sshh.. ss..”

Aku lalu melihat dia mengejang dan kakinya merapat. Aku tau dia mulai merasakan orgasmenya, ntah dia sadar atau tidak. Aku lalu juga merasa gumpalan-gumpalan naik mengarah ke kepala penisku siap untuk dimuntahkan. Lalu kutekan dalam-dalam penisku ketika kurasa semburan maniku akan meledak. Crott.. crott.. crott.. crott.. crott.

“Hekkhh.. ahh..”jeritnya.

Aku tau dia merasakan semburan maniku yang panas telah membanjiri liang vagina hingga ke rahimnya. Sampai-sampai ketika kuacabut perlahan, terliat menetes masih dalam kekentalan keluar disela-sela liang vagina hingga menetes ke paha dan lubang anusnya. Ah, betapa nikmatnya, pikirku.

Lalu kami terus terlelap hingga keesokan pagi. Sejak saat itu. Wiwiek tidak mau bertemu lagi denganku. Dia hanya bilang, dia merasa bersalah telah mengkhianati pacarnya yang telah beristri tersebut. Dan ketika aku meneleponnya sekali-sekali sambil mengingatkan dirinya tentang peristiwa malam tersebut, dia hanya bilang agar jangan terulang kembali dan hanya menjadi rahasia kami berdua saja. Ah.. Wiwiek.-



Jumat, 27 Maret 2020

Tanda Terima Kasih Dari Tante Kesepian

                                                 
                                   

Tanda Terima Kasih Dari Tante Kesepian



Mendesah Saat Berhubungan Intim Ternyata Punya Manfaat Lho ...
  Suasana malam minggu ramai memang banyaknya orang yang hadir membuat Joni pemuda yang memang sedang berjojing ria membuatnya gerah, pengunjung bar banyak yang membawa pasangan, Joni tidak sendiri dia datang dengan Riki yang tengah asyik berjojing dengan seorang wanita yang juga pengunjung diskotik Happy.Hai, boleh aku duduk?! suara wanita menyapa.Joni menoleh tersentak dari perhatiannya pada Riki.Please..? balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.Sendiri? sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.

   Akh nggak? bareng temanku, tuh tunjuk Joni pada Riki yang saat itu sedang mendekatinya.Hai Jon.. Kenalin dong sergah Riki.Boleh juga boncegan lo.. bisik Riki pada Joni.Gila lo.. gue aja belum kenalJon..?! Kenalin Leti..Leti.. kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.Joni..?! balas Joni.Jon sorry nich aku bakal jalan duluan sama Leti, disini terlalu ramaiTerus gue gimana? Tanya Joni.Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?Dasar gila lo, nich?! Maki Joni.
  Why having sex with your ex could be a GOOD thing - Mirror Online
 Kini hanya tinggal Joni dengan wanita itu didalam diskotik Happy yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.Jon.?!Joni menoleh,Ya..?Boleh aku minta tolong anterin pulang? Pinta wanita itu pada Joni sambil menyerahkan kunci kontak.Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik Happy. Mobil yang dikendarai Joni menuju kawasan perumahan Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.
   
     Nich cewek kayaknya TanteTante? Bathin Joni setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kirakira 35an. Sepanjang perjalanan Joni memperhatikan wanita yang tertidur disebelahnya. Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi. Tiba tiba pikiran joroknya mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. 
168 Cm Tinggi Terbaru Jepang Boneka Seks Untuk Pria 18 Sex Gadis ...
  Tangan Joni mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat jelas CD wanita itu.Gila merah juga? Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.Busyet mantep banget nich? Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.Sial lagi asyik sudah sampai?! Gerutu Joni sambil melepas remasan kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi. Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil membersihkan matanya.Dimana ini?Mau masuk perumahan Tan? Jawab Joni.Belok kiri no.13 tunjuk Tante itu rumahnya.Ok Joni mengiyakan.

   Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke dalam garasi.Mari Tan.. bermaksud memapah Tante itu.Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok tolak Tante itu halus.Ayo masuk ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.Jalannya yang anggun membuat Joni menelan air ludah. 

   Pantat gede Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.Silahkan duduk..?! mempersilahkan Joni duduk.Tanks Tante? balas Joni.Oh ya siapa namamu tadi? tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.Joni balas Joni sedikit berteriak agar terdengar.Tante Miya membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Joni rapat sekali membuat Joni agak keki.Silahkan minum? sambil menyerahkan segelas bir kaleng.
Pretty Indo sex ganas dan liarnya permainan seks istriku.3GP
   Tanks Tan..Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.Santai aja? Haus ya?Lumayan?! balas Joni memerah.Oh ya.. Panggil aku Miya Tante Miya memperkenalkan namanya.Tante Miya tinggal sendiri? Mencoba Joni untuk ngobrol.Jangan panggil Tante Miya donk, Tante aja, apa Miya ajaTante dech.. Joni memastikan.Sudah tua ya? balas Tante Miya.

   Tapi Tante kelihatan masih cantik.. sambil matanya terus memperhatikan buah dada tante Miya yang menggantung indah.Makasih tersipu Tante Miya dipuji seperti itu.Oh ya Tante tinggal dengan siapa? Tanya Joni penasaran.Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar.. jelas Tante Miya.Oh begitu ya..? berarti dia kesepian nich batin Joni.

   Kamu sudah punya pacar? Tante Miya bertanya sambil menarik tangan Joni ke atas pahanya yang putih itu.Belum Tan..?! jawab Joni menarik tangannya mencoba malu malu kucing.Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus eluskuMaksud Tante? bertanya heran Joni.
   KUMPULAN DAN KOLEKSI FOTO BUGIL | PHOTO IGO XXX TELANJANG TERBARU ...
   Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda terima kasihJadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik? Batin Joni.Sekarang Joni bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante Miya senang diperlakukan seperti itu. 
   
  Tangan Joni mulai meraba paha Tante Miya.Kulit Tante halus sekali..?! bisik Joni ke telinga Tante Miya disertai jilatan halus membuat Tante Miya menggelinjang geli.Oh ya? Terusin dong ke atas Jon..? pinta Tante Miya manja.Tangan Joni masuk ke dalam celana dalam Tante Miya.Okh kamu ahli sekali Jon? tangan Tante Miya mulai menjalar ke arah celana Joni dan mulai menelanjangi Joni dengan ganas.Tenang Tan?Tanganmu itu yang membuat aku engga tahan okh.. Okh kembali Tante Miya mengerang kenikmatan.

   Kini Joni sudah telanjang di pegangnya peler millik Joni yang lumayan besar.Gede juga punyamu ucap Tante Miya sambil mulai mengulum peler Joni Joni hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke dalam mulut Tante Miya.Okh Tante okh.. Okh sambil meremas rambut Tante Miya.Telanjangi aku Jon pinta Tante Miya setelah puas mengulum peler Joni.Joni mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Miya, jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang gede. 
  
  Joni merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.Regangin pahamu Tan pinta Joni.Mulai ia menjilati vagina Tante Miya yang merah mungkin karena jarang di pake.Oh bulu jembut Tante lebat banget..Tapi ok kan..?Mantep Tan ujar Joni sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Miya.Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Jon okh.. Enak.. Enak Menggelinjang eggak karuan Tante Miya menahan birahi yang mulai merambah urat urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Joni asyik meremas payudara Tante Miya yang gede.
Download Bokep Jepang Cewek Cantik Doyan Sex
   Remas Jon remas yang kenceng ukh.. ukh.. sambil matanya merem melek. Terlihat jelas oleh Joni vagina Tante lisa kembang kempis karena kenikmatan.Jon masukin donk, masukin Jon.. UkhSedikit dibungkukkan tubuh Joni sambil mulai mengarahkan batang pelernya ke arah vagina Tante Miya yang sudah becek karena jilatan lembut lidah Joni. Perlahan tapi pasti peler Joni mulai merambah masuk ke dalam vagina Tante Miya.

   Okh.. desah Tante Miya keenakan.Pantat Joni bergerak maju mundur.Okh.. Enak Jon okh.. merem melek Tante Miya dibuatnya.Okh.. Okh.. Goyang terus pinta Tante Miya masih keenakan.Joni pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Miya yang sangat merangsang urat syarafnya menegang.Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Miya yang sudah basah banget.

   Mulut Tante Miya yang mendesah seksi itu disambar Joni hingga keduanya saling berciumn liar, tangan Joni pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Miya yang sudah keras. Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Miya yang tak tahan akan peler Joni yang beraksi. Hingga..Tan.. Pindah ke lantai yu? ajak Joni.Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..Peler Joni masih menancap tegang di vagina Tante Miya, diangkatnya tubuh bugil Tante Miya lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. 

   Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundur Joni yang kadang diselingi putaran pelernya membuat Tante Miya merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.Jon gantian ya? pinta Tante Miya ganti posisi.Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Miya berada di atas menindih tubuh Joni.Jon gimana kalau goyang gini tawar Tante Miya sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh.. sambil tangannyaterus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung indah dan mantap.Oh Jon aku sudah tidak kuat Jon.. Okh.. Jon.. Okh.. Jon.. OkhTahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh erangan Joni menahan goyangan Tante Miya yang semakin liar.

   Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh..Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Joni.Okh.. Hisap Jon.. Okh pinta Tante Miya sambil tangannya mengocok kencang peler Joni yang saat itu sedang di ujung banget.Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Miya beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Miya terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Miya muncrat ke wajah Joni.

   Okh.. Okh.. erangan Tante Miya sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Joni.Okh Jon kamu luar biasa puji Tante Miya atas kehebatan Joni melayaninya.Joni duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Miya mengocok peler Joni yang sudah tegang.Okh.. enggak lama Tan.. Okh..Crot.. Crot.. Dari peler Joni keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Miya memasukkan peler Joni ke dalam mulutnya.Akh.. Okh.. Joni tersenyum puas begitu juga Tante Miya yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Joni.Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Miya, setelah Tante Miya mengajak Joni ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Joni dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.

Kamis, 26 Maret 2020

Bercinta Dengan Gadis Kampung

  Gadis Kampung        
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri bekerja.

Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan.

Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.

Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku.

Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya.
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya.

Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda. “Eehh… Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.

Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, “Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat”, kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, “Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?”.
“He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan “terpaksa” aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampai-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam.

Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja.

Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak sayang ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya.

Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. “Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku..”. Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.

Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya”.
Hasil gambar untuk WANITA SEXSI
Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. “Mas… tarik CD-ku dan lepaskan celanamu…”, sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.

“Nin.. kenapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya sambil senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi”. “Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli”. “Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi” tanyaku, “Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm” akunya. “Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?” tanyaku penasaran. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong”, sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. “Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya besar juga. “Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh… eh” dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya.

“Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?” sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku.” Yah nikmat juga” tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. “Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja”, sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. “Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?” tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, “Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam”.

Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda “Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong”. “Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang”. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng”. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya “Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. “Eeehh.. eennak… aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya.

Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass… Mas.. eghh.. egh hhgeehh… Mas.” sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. akuu rasanya… eghh” dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak “Mas masukkan Mas.. eeghheghh” dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam… kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.

Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. teruss Mas… maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass…” “ahhgg-agh… Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… terus sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… dalam sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., aku mau keluarrr”. “Aku juga Nan… ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah”. Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek” bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.

Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.


Rabu, 25 Maret 2020

cerita dewasa

CeritaBokepHot Aku telah lama tidak menikmati pelukan laki-laki sejak suamiku bekerja di Arab. Mulai saat itu suamiku hanya pulang setiap 6 bulan sekali. Itupun hanya 1 minggu di rumah. Waktu lainnya ia gunakan untuk keperluannya sendiri. Hidupku tenggelam dengan kesibukan kerja di tempat usahaku, sebuah rumah makan yang cukup ramai. Aku sering membayangkan betapa nikmatnya melakukan hubungan intim dalam suasana romantis.cerita-sex-sama-sama-kesepianCerita Sex: Sama-Sama Kesepian – Ist

    Dorongan hati kadang-kadang tidak terbendung merasakan nikmatnya remasan, jilatan dan pelintiran tangan di puting susuku, ciuman yang menjalan dari leher turun ke bawah dan berhenti di vaginaku. Ooo… hhhh… kapan aku dapatkan?. Bayangan itu hanya aku nikmati dalam hayalan setelah membaca buku cerita sex romantis. Aku masih muda, aku baru berumur 32 tahun.
Pada Sabtu pagi ketika anakku pamitan menginap dirumah kakakku, terasa hatiku sepi. Gerimis di luar menambah hatiku berontak, aku telah dibelenggu waktu. Apakah aku sedang menunggu? Apa yang sedang aku tunggu? Bukankah hidup ini berjalan terus tanpa putus? Mengapa aku menyia-nyiakan hidupku? Apa yang aku inginkan sekarang? Yah… aku ingin menikmati belaian laki-laki.

    Suamiku tidak mungkin memberikan, ia tidak ada disini, masih 5 bulan lagi baru bisa pulang. Kata teman-temannya disana juga banyak perempuan yang bisa diajak kencan. Pasti suamiku juga telah menggunakan sebagian penghasilannya menikmati perempuan disana. Sebagai wanita normal aku juga ingin laki-laki yang bisa memberi aku kepuasan. Tapi siapa dan dimana?
Rasa berat antara perasaan ya dan tidak, akhirnya aku keluar rumah, aku sengaja tidak membawa kendaraan, aku mau naik kendaraan umum saja. Aku naik taksi tanpa tujuan pasti, aku tidak tau mau kemana. Ketika sopir taksi menanyakan arah tujuan, aku menjadi kebingungan. Akhirnya dengan sekenanya aku katakan “ke Taman Ismail Marjuki”. Disana aku turun, meskipun aku telah lima tahun tinggal di Jakarta, tapi tempat ini baru pertama kali aku kunjungi.

      Aku ragu melangkah arah, mau kemana di Taman Ismail Marjuki? Akhirnya aku ke gedung bioskop, aku pura-pura melihat iklan film yang mau aku tonton. Sebenarnya pikiranku tidak nyambung dengan pengelihatanku. Jadi apa yang aku lihat, tidak masuk ke otakku. Keinginan yang menggebu dari rumah untuk dapat menikmati laki-laki menjadi hilang. Aku sepeti orang linglung. Akhirnya aku duduk di tempat tunggu sambil merencanakan pulang.
Keramaian pengunjung bioskop membawa pandanganku tertuju pada seorang laki-laki dengan umur kira-kira 40 tahun bersama anak-anak remaja perempuan. Kelihatan mereka berbincang membicarakan rencana kegiatan. Akhirnya remaja-remaja itu pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian. Laki-laki itu kemudian melangkah duduk disebelahku sambil membuka koran. Mungkin karena yang duduk disitu hanya aku dan dia, maka ia menawari aku membaca majalah milik anaknya.
“Terima kasih Pak…” dan aku meraih majalah itu.
“Bapak mengantar anak-anak mau nonton film?” aku mencoba membuka pembicaraan.
“Tidak Bu.. anak saya kesini tidak untuk menonton film. Mereka kumpul dengan teman-temannya karena mau menjadi pager ayu di pesta kawinan”.
“Ooo… wah bapak harus sabar juga menunggu mereka sampai selesai”.
“Tidak Bu, mereka disini hanya rias wajah dan pakaian, kemudian mereka dijemput ke Taman Mini sampai malam. Pulangnya mereka diantar dari sana. Ibu juga sedang menunggu putra ibu?
“Ooo.. tidak Pak, saya tadi ingin nonton film, tapi ternyata film yang mau saya tonton sudah tidak diputar lagi” aku menjawab sekenanya.

      Untung dia tidak menanyakan nama film itu. Kemudian aku dan dia tenggelam dalam obrolan biasa sampai obrolan rumah tangga. Dari ceriteranya aku tahu kalau Istrinya lagi keluar kota mengantar orangtuanya kembali ke kampung. Obrolan itu cukup mengasikkan sehingga melupakan mengapa aku sampai ke Taman Ismail Marjuki. Kemudian ia kembali asik membaca kembali korannya, tapi aku malah melamun.
“Ibu sendirian? Dimana rumah ibu?” kembali dia memecahkan lamunanku. Aku sedikit kaget mendengar suaranya.
“Ya Pak, saya tinggal di daerah Rawamangun” jawabku.
“Kalau ibu mau pulang sekarang, kita bisa sama-sama, saya mau ke bengkel di Kelapa Gading.”
Aku tidak menyambut tawaran itu karena aku belum ingin pulang.
“Terima kasih Pak, ngak usah repot-repot, saya masih ada keperluan di tempat lain”.
“Oh begitu, barangkali tempat lain itu satu arah dengan tujuan saya, kita bisa melanjutkan obrolan tadi. Ibu kan belum cerita keluarga ibu?”.
Akhirnya aku terima tawaran itu dan aku naik ke mobilnya. Ketika sudah ada di atas mobil, ia tidak segera menjalankan. Mungkin ada yang ditungu?
“Bu, maaf apakah ibu punya waktu kalau kita jalan-jalan sebentar sambil ngobrol? Saya kok merasa cocok dengan obrolan tadi”.
“Boleh juga pak, saya hari ini juga tidak ada kegiatan yang perlu saya selesaikan”.

     Akhirnya aku mengenali namanya “Adi” dan aku mengenalkan diri “Galih”. Keakraban kami berdua menyebabkan cerita itu berubah menjadi cerita pribadi, cerita kehidupan seks. Ia menceriterakan hubungan dengan istrinya sangat terbatas, karena istrinya seorang pramugari jalur luar negeri, sehingga sering ditinggalkan. Umur istrinya 3 tahun lebih tua dari Mas Adi. Sedangkan aku menceritakan suamiku bekerja di luar negeri dan kontrak kerja baru berakhir tahun depan. Mulai saat itu kita sepakat, aku memanggilnya Mas Adi dan ia memanggilku Galih.
“Masih lima bulan lagi saya bisa ketemu suami” kataku.
Entah awalnya bagaimana, tangan kami saling meremas. Sambil menyetir, tangan kiri mas Adi meraba pahaku. Aku diam saja ketika tangan kiri itu menyusup dibawah rok. Namun ketika jarinya berusaha meraih celana dalamku, aku pegang dan aku tampik.
“Jangan Mas” aku menolak.
“Kemana kita Galih… aku ingin bisa ngobrol dengan tenang” katanya.
“Terserah Mas Adi..”

    Saat itu birahiku bangkit kembali, aku melirik ke mukanya, dalam hati aku berkata, apakah laki-laki ini yang akan memberiku kepuasan? Aku tidak punya pengalaman mengenai ini. Ia kembali meletakkan tangannya di pahaku sambil menarik rokku. Ia dengan bebas memegang paha mulusku. Sesekali tangannya lebih ke atas sehingga menyentuh celana dalam bagian tengah agar bisa mengusap barang yang ada diantara pahaku.
Aku tidak memperhatikan jalan lagi ketika mobil itu masuk ke jalan tol. Dia meminta tanganku membuka celananya. Yah saat itu birahiku juga mulai muncul. Ketika aku kesulitan membuka resluitingnya, Mas Adi meminggirkan mobilnya dan dia sendiri yang membuka resleting celananya, kemudian mengeluarkan kontolnya yang telah berdiri tegak. Ketika mobil bergerak kembali, tangan kananku diminta memegangi kontolnya, aku merasakan kontol itu panas dengan denyut nadinya yang keras.

    Tiba-tiba aku merasa ngantuk dan aku tertidur di sandaran mobil. Dalam tidurku aku masih bisa merasakan tangan Mas Adi sesekali menyentuh bibir dan hidungku, kemudian meraba susuku yang tertutup baju dan BH, kadang-kadang mengelus pahaku dan mengusap-usap turukku yang tertutup celana dalam. Rasa kantukku lebih kuat sehingga pegangan tanganku di kontolnya lepas. Aku tidur, aku kantuk sekali, aku masa bodoh dengan rabaannya.
Entah berapa lama kemudian, aku terbangun dan mobil sudah terparkir di suatu penginapan yang tertutup di wilayah Puncak. Mas Adi turun dan membimbingku menuju kamar. Aku duduk ditepi tempat tidur sambil makan pisang dan minum jus yang telah tersedia diatas meja kamar hotel. Tiba-tiba Mas Adi merebahkan aku di kasur.
Kakiku masih menjuntai di lantai ketika Mas Adi mencium dengan ganas. Aku pasrah ketika tangannya menyusup diantara Bhku mencari susuku.
“Aku pengin banget Galih…” ia membisikkan di telingaku.

      Aku didorong rebah ke tempat tidur. Aku pura-pura jual mahal, aku pegangi bajuku agar dia tidak mudah membuka. Aku masih ingin memperoleh ciuman Mas Adi lebih lama sebelum dimulai dengan yang lebih intim. Ternyata ia tidak memaksaku. Sambil menindih badanku, Mas Adi mulai menciumi kembali mukaku, leherku dan bibirku dikecup dengan kuat. Kemudian ciuman itu bergeser ke telinga terus ke belakang telinga, sehingga membuat aku merinding nikmat.
“Ooohhh…… sss… ttttt” eranganku mulai terdengar.
Setelah puas menciumi belakang telinga, ciuman itu bergeser ke arah pundak. Rasanya nikmat sekali sepeti terbang, yah aku haus kenikmatan sepeti ini. Geseran bibirnya semakin turun ke dada. Tangan mas Adi mulai membuka satu persatu kancing baju atasanku. Kemudian ciumannya bergerak di dada.

    Badanku digulingkang sedikit ke kiri agar tangannya dapat melingkar ke badanku untuk membuka kancing Bhku. Sekali raih Bhku terlepas dan kedua susuku tersembul. Mata mas Adi terbelalak memandangi susuku yang tidak begitu besar tapi kencang dan putingnya yang berwarna coklat tampak sudah mengeras karena sudah terangsang. Ia kelihatan kagum memperhatikan susu yang masih ranum. Dengan pelan-pelan hidungnya diusapkan di puting susuku kemudian kumisnya ia geser-geserkan. Aku bagaikan melayang…
“Maa.. sss… oo… hhhh…” aku mengerang nikmat.
“Ter… r.. uss mas, kenyot yang kuat… M.. a.. s… oo.. hhh” pintaku keenakan.

    Tangannya meremas susuku semakin kencang, sehingga nafasku terengah semakin memburu. Ketika puas menikmati susuku, mulut panas itu bergeser ke bawah diantara pusarku. Tangannya langsung menjambret rok bawah. Untung rok itu pakai karet sehingga ketika ditarik tidak rusak. Tanpa menunggu waktu, tangan satunya telah memelorotkan celana dalamku.
Terpampang pemandangan indah mempesona dan sangat menggairahkan dihadapan Mas Adi, turukku yang ditutupi rambut-rambut jembut yang sangat lebat dan keriting itu, sekarang telah ada dimuka Mas Adi siap dihidangkan. Mas Adi menarik napas panjang dan meloncat turun membuka baju dan celananya sendiri. Kini hanya tertinggal celana dalam saja yang belum dibuka. Dada bidang berbulu milik Mas Adi sangat mempesona.
Vagina, dalam bahasa daerahku disebut turuk, di dalamnya ada daging sebesar ujung kelingking terjepit diantara bibir vagina. Daging itu namanya klitoris atau kelentit dan dalam bahasa daerahku disebut itil. Turukku dan itilku terasa tebal karena aku sudah sangat terangsang. Dengan penuh nafsu

     Mas Adi kembali meremas susuku, menghisap pentil susuku. Hisapan itu dengan perlahan turun ke perut, ke pusar terus ke turukku. Namun kemudian Mas Adi mengalihkan hisapan ke pangkal pahaku. Ia menjilati dan menghisap pangkal pahaku sampai puas, sedangkan tangan kanannya mengusap-usap bagian luar turukku.
Aku masih dalam posisi rebah di tepi tempat tidur. Badanku ada di atas kasur sedangkan kedua kakiku terjuntai ke bawah. Posisi ini sangat pas buat Mas Adi yang mulai berjongkok dihadapan selangkanganku dan mendekatkan mulutnya ke turukku. Tangan Mas Adi membuka bibir turukku yang membasah oleh lendir birahi dan lidah Mas Adi mulai menyentuk itilku. Aku menjerit nikmat…..
“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… haa… ooo…… hhhh… ssttttt” aku mengangkat pantatku biar lidah Mas Adi bisa lebih leluasa menjilat itilku.

     Aku belum pernah senikmat ini memperoleh dari suamiku. Aku bermain cinta dengan suamiku tanpa ada rangsangan, begitu buka baju, langsung kontol suamiku ditancapkan. Baru kali ini aku menikmati kewanitaanku, aku benar-benar wanita yang merasakan gairah cinta yang sebenarnya.
“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”
Ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”
Mas Adi tidak berhenti disitu. Tiba-tiba itilku dihisap lembut. Aku kembali menjerit nikmat.
“Aaaaa…… ooohh… hhh…… Mas……… ss”
“Ttt… ee…… r.. r r… uuusssssss……”

    Aku terengah-engah merasakan geseran bibir dan hisapan yang bergantian. Kemudian hisapan itu semakin kuat, kuat dan kuat…… aku menjadi tidak tahan, kepalaku aku goyangkan ke kanan dan kiri, pantatku aku naikkan lebih ke atas, tanganku meremas kasur busa… dan…… tiba-tiba denyutan yang tiada tara nikmatnya menjalar melalui pinggulku menuju arah itilku. Nikmat… nikmat sekali.
Denyutan itu terjadi beberapa kali dan semakin memanjang… akhirnya hilang. Aku mencapai puncak orgasme, puncak kenikmatan yang tertinggi. Aku baru sekali ini merasakan. Tujuh tahun dalam hidup rumah tanggaku aku belum pernah merasakan senikmat ini dengan suamiku. Badanku lemas.. dan mataku terpejam nikmat melepas denyutan.

    Tiba-tiba Mas Adi berdiri, ia membuka celana dalamnya… ia merapatkan pinggulnya ke pinggulku. Tangannya memegang kontol yang telah mengacung tegak. Aku belum sadar saat itu, aku masih menikmati orgasmeku. Ketika ia membuka kedua pahaku, mataku terbuka aku harus bergantian memberikan kepuasan kepada Mas Adi. Aku bangkit, aku pegang kontol itu… kencang seperti batu. Mas Adi membisikkan kata-kata agar aku mengenyot kontolnya.
Aku ragu, aku belum pernah seperti itu. Tapi bukankan tadi Mas Adi menjilati turuk dan itilku? Bukankah aku telah menerima kenikmatan birahi dari jilatannya? Dengan rasa ragu aku mendekatkan mulutku dan memasukkan kontolnya ke dalam mulutku. Mas Adi mendorong kontolnya masuk lebih dalam ke mulutku, aku malah terbatuk sehingga mau muntah. Akhirnya Mas Adi mengurungkan permintaannya.

    Kembali Mas Adi merebahkan aku di pinggir tempat tidur. Ia tidak lagi meminta aku mengenyot kontolnya. Ia membuka selangkanganku dan kontolnya ia pegang dengan tangan kanan mulai digosok-gosokkan ke bagian itilku. Mungkin maksudnya agar kepala kontolnya basah dengan cairan birahiku. Mula-mula terasa geli. Kemudian geli itu berubah menjadi nikmat. Aku mulai terangsang lagi. Kepala kontolnya digeser-geser semakin dalam. Aku mulai mendesah nikmat.
Setelah cukup lama dengan permainan itu, kedua tangan Mas Adi meraih kakiku diangkat ke pundaknya. Aku belum pernah menikmati permainan senggama seperti ini. Mas Adi mulai mengerakkan maju mudur kontolnya. Separuh kontolnya sudah masuk ke liang peranakanku. Tiba-tiba ia mendorong dengan satu gerakkan dan kontolnya amblas masuk seluruhnya ke turukku. Aku menjerit ketika menerima hentakan itu, ada sedikit rasa ngilu ketika kontol itu masuk seluruhnya.

    Kembali gerakkan maju mundur dilakukan sangat pelan……… aku merasakan turukku mulai berdenyut menjepit kontol Mas Adi. Tampaknya Mas Adi menikmati sekali denyutan turukku yang memeras kontolnya sehingga terasa lebih sempit.
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh…………”
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh………… te… rus…………”
Mulutku tidak bisa diam… rasa nikmat menjalar dari dalam pinggangku… ke paha dan kaki. Susuku yang mengencang ingin sekali diremas. Turukku yang berdenyut-denyut ingin diberi gerakkan kontol yang lebih cepat. Aku menarik tangan Mas Adi yang bertumpu di kasur ke arah susuku. Aku minta dia meremas.
“Ma.. sss… r.. e.. Mas…… rem… aaa… sss k.. u.. a…t”.
Mas Adi mulai meremas susuku sambil menggerakkan maju mundur pinggulnya. Jepitan turukku semakin kuat ketika jari Mas Adi menarik puting susuku yang tampak sudah mengacung dengan tingginya karena sudah sangat-sangat terangsangnya oleh persetubuhan ini. Aku mulai menggoyang pantatku untuk menambah kenikmatanku.

   Begitu juga kepalaku mulai bergerak ke kanan dan kiri. kontol Mas Adi memompa keluar masuk turukku semakin cepat, aku semakin merasakan nikmatnya persetubuhan ini. Kelihatannya Mas Adi tidak tahan lama, karena kelihatan dari gerakkannya yang semakin cepat. Ganti suara erangan kenikmatan Mas Adi yang lebih keras dari eranganku.
“Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh…”
“Ga… l.. i h… a.. k.. u.. m.. a.. u…… k e l u.. a…… r”
“Sa.. ma… s.. a… m.. a……… ki.. ta… b a r.. e… n.. g…… M a a.. a… a…… a………”

    Aku menjerit tidak bisa bisa meneruskan kata-kataku. Ketika gerakan ,Mas Adi sangat cepat, terasa badanku berkontraksi.. dengan kenikmatan yang lebih hebat dibandingkan kenikmatan sebelumnya. Begitu juga aku Mas Adi mengejang, mendorong kontolnya sampai ke pangkal paha. Aku merasakan peju Mas Adi menyemprot beberapa kali membasahi rahimku. Mas Adi jatuh tertelungkup lemas menindih dalam pelukanku, ia merangkul kuat dan mukanya dibenamkan diantara kedua susuku.
Setelah beberapa lama, Mas Adi kembali mengenyot susuku, menciumi leherku, memainkan kumisnya di daguku serta menyedot lembut bibirku. Pelukan Mas Adi semakin mengendor, begitu juga kontol dalam turukku ikut mengendur. Kemudian Mas Adi berdiri mencabut kontolnya dan merebahkan badannya di kasur. Ia tertidur pulas tanda puas. Aku juga tertidur p
ulas sambil berpelukan.

Selasa, 24 Maret 2020

Bencana Dinas Di Semarang

Bencana Dinas Di Semarang-Maya           http://datok99.net/?ref=susi1501


     Maya adalah salah seorang manager pada bagian Treasury di sebuah bank asing. Maya berumur 28 tahun, dia adalah seorang Sunda yang berasal dari daerah Bogor. Maya telah bersuami dan mempunyai seorang anak yang baru berumur 7 tahun. Tubuh Maya apat dikatakan kurus dengan tinggi badan kurang lebih 163 cm, dengan berat badannya kurang lebih 49 kg. Buah dadanya berukuran kecil tetapi padat, pinggangnya sangat ramping dengan bagian perut yang datar. Kulitnya kuning langsat dengan raut muka yang manis.Setibanya di Semarang, setelah check in di hotel mereka langsung mengadakan kunjungan pada beberapa nasabah, yang dilakukan sampai dengan setelah makan malam. Setelah selesai berurusan dengan nasabah, mereka kembali ke hotel, dimana Herman dan Luna melanjutkan acara mereka dengan duduk-duduk di bar hotel sambil mengobrol dan minum-minum. Maya pada awalnya diajak juga, tapi karena merasa sangat lelah, dan di samping itu ia juga merasa tidak enak mengganggu mereka, maka ia lebih dulu kembali ke kamar hotel untuk tidur.Menjelang tengah malam, Maya tiba-tiba terbangun dari tidurnya, hal ini disebabkan karena ia merasa tempat tidurnya bergerak-gerak dan terdengar suara-suara aneh. Dengan perlahan-lahan Maya membuka matanya untuk mengintip apa yang terjadi. Hatinya terkesiap melihat Herman dan Luna sedang bergumul. Keduanya berada dalam keadaan polos sama sekali.Luna yang bertubuh kecil itu, sedang berada di atas Herman seperti layaknya seseorang yang sedang menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turun dengan cepat. Dari mulutnya terdengar suara mendesis yang tertahan,“Ssshhh…, sshhh…”, karena mungkin takut membangunkan Maya.Kedua tangan Herman sedang meremas-remas kedua buah dada Luna yang kecil tetapi padat berisi itu. Maya sangat panik dan berada dalam posisi yang serba salah. Jadi dia hanya bisa terus berlagak seperti sedang tidur. 

    Maya mengharapkan mereka cepat selesai dan Herman segera kembali ke kamarnya. Besok dia akan menegur Luna agar tidak melakukan hal seperti itu lagi di kamar mereka. Seharusnya mereka dapat melakukan hal itu di kamar Herman sehingga mereka dapat melakukannya dengan bebas tanpa terganggu oleh siapa pun. Dari bau whisky yang tercium, rupanya keduanya masih berada dalam keadaan mabuk. Maya berusaha keras untuk dapat tidur kembali  walaupun sebenarnya ia merasa sangat terganggu dengan gerakan dan suara-suara yang ditimbulkan oleh mereka.Pada saat Maya mulai terlelap, tiba-tiba ia merasakan sesuatu sedang merayap pada bagian pahanya. Maya sangat terkejut dan tubuhnya mengejang, karena pada saat dia perhatikan, ternyata tangan kanan Herman sedang mencoba untuk mengusap-ngusap kedua pahanya yang masih tertutup selimut. Maya berpura-pura masih terlelap dan mencoba mengintip apa yang sebenarnya sedang terjadi. Rupanya permainan Herman dan Luna sudah selesai dan Luna dalam keadaan kelelahan serta mengalami kepuasan yang baru dinikmatinya, sudah tergolek tidur.Herman yang masih berada dalam keadaan polos dengan posisi badan setengah tidur disamping Maya, sambil bertumpu pada siku-siku tangan kiri, tangan kanannya sedang berusaha menyingkap selimut yang dipakai Maya. Maya menjadi sangat panik, pada awalnya dia akan bangun dan menegur Herman untuk menghentikan perbuatannya, akan tetapi di pihak lain dia merasa tidak enak karena pasti akan membuat Herman malu, karena dipikirnya Herman melakukan hal itu lebih disebabkan karena Herman masih berada dalam keadaan mabuk. Akhirnya Maya memutuskan untuk tetap berpura-pura tidur dengan harapan Herman akan menghentikan kegiatannya itu.Akan tetapi harapannya itu ternyata sia-sia belaka, bahkan secara perlahan-lahan Herman bangkit dan duduk di samping Maya. Tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh Maya dengan perlahan-lahan dan dari mulutnya menggumam perlahan,“Psssttt sayang, mari kubantu menikmati sesuatu yang baru…, nih.., kubantu melepaskan celana dalammu…, nggak baik kalau tidur pakai celana dalam”, sambil tangannya yang tadinya mengelus-elus bagian atas paha Maya bergerak naik dan memegang tepi celana dalam Maya, kemudian menariknya dengan perlahan-lahan ke bawah meluncur di antara kedua kaki Maya.
Bencana Dinas Di Semarang2

Badan Maya menjadi kaku dan dia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Maya seakan-akan berubah menjadi patung, pikirannya menjadi gelap dan matanya dirasakannya berkunang-kunang. Herman melihat kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tidak terlalu lebat di antara paha atas Maya. Jari-jari Herman membuka satu persatu kancing daster Maya, sambil tangannya bergerak terus ke atas dan sekarang ia menyingkapkan seluruh selimut yang menutupi tubuh Maya, sehingga terlihatlah payudara Maya yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua.Sekarang Maya tergolek dengan tubuhnya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang dan pantat yang penuh berisi, serta buah dada yang kecil padat dan belahan di antara paha atas yang membukit kecil, benar-benar sangat merangsang nafsu birahi Herman. Herman sudah tidak sanggup menahan nafsunya, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Luna, sekarang bangkit lagi, tegang dan siap tempur.Sejak saat itu           Herman bertekad untuk tidak akan membebaskan Maya. Ia terlalu berharga untuk di biarkan, Herman akan menikmati tubuh Maya berulang-ulang pada malam ini. Kemolekan tubuh Maya terlalu sayang untuk disimpan oleh Maya sendiri pikir Herman. Herman mendorong tubuh Maya dan mulai meremas-remas payudara Maya yang telah terbuka itu,
“Dengerin sayang, kamu akan saya ajarin menikmati sesuatu yang nikmat, asal kamu baik-baik nurutin apa yang akan saya tunjukkan”.Kesadaran Maya mulai kembali secara perlahan-lahan dan dengan tubuh gemetar Maya perlahan-lahan membuka matanya dan memperhatikan Herman yang sedang merangkak di atasnya. Maya mencoba mendorong badan Herman sambil berkata,“Herman, apa yang sedang kau lakukan ini?”, “Sadarlah Herman, aku khan sudah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini!”. Karena menganggap Herman berada dalam keadaan mabuk, Maya mencoba membujuk dan menggugah kesadaran Herman.Akan tetapi Herman yang telah sangat terangsang melihat tubuh Maya yang molek halus mulus dan bugil di depan matanya mana mau mengerti, apalagi penisnya telah dalam keadaan sangat tegang.“Gila! Cakep banget! Lihat buah dadamu, padat banget. Cocok sama seleraku! Kamu emang pinter menjaga tubuhmu, sayang!”, kata Herman sambil menekan tubuhnya ke tubuh Maya.
   Maya berusaha bangun berdiri, akan tetapi tidak bisa dan dia tidak berani terlalu bertindak kasar, karena takut Herman akan membalas berlaku kasar padanya.
Sedangkan dalam posisinya itu saja ia sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk lari.
Sambil menjilat bibirnya Herman berbaring di sisi Maya.“Lin, lebih baik kamu mengikuti kemauanku dengan manis, kalau tidak saya akan maksa kamu dan saya perkosa kamu habis-habisan. Kalau kamu nurutin, kamu akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sakit”. Lalu tangannya ditangkupkan di buah dada Maya, sambil meremas-remasnya dengan sangat bernafsu, sambil merasakan kehalusan dan kepadatan buah dada Maya. “Bodi kamu oke banget!”, kata Herman. “Coba kamu berputar Maya!”. Perlahan-lahan dengan perasaan yang putus asa Maya berputar membelakangi Herman. Dan dirasakanya tangan Herman sekarang ada di pantatnya meremas dan meraba-raba.Kemudian Herman menyibakkan rambut Maya, dan dihirupnya leher Maya dengan hidungnya sementara lidahnya menelusuri leher Maya. Sambil melakukan hal itu tangan Herman berpindah menuju kemaluan Maya. Pada bagian yang membukit itu, tangannya bermain-main, mengelus-elus dan menekan-nekan, sambil berkata,“Kasihan kamu, Maya, pasti suami kamu tidak tahu cara membahagiakan kamu?”,
“Tapi tenang aja sayang, dengan saya, kamu nggak bakalan bisa lupa seumur hidup, kamu bakalan merasakan bagaimana menjadi wLuna sejati!”. Sambil memutar kembali tubuh Maya.
Setelah itu Herman mengambil tangan Maya dan meletakkannya di kemaluannya yang telah sangat tegang itu.Ketika merasakan tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, tubuh Maya tersentak, belum sempat Maya dapat berpikir dengan jelas, terasa badannya telah ditelentangkan oleh Herman dan dengan cepat Herman telah berjongkok di antara kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang akibat tekanan lutut Herman. Dengan sebelah tangannya menuntun penisnya yang besar, Herman lalu menempelkan ujung penisnya ke bibir vagina Maya,“Apa kamu mau saya masukin itu?”,
“Aaahhh…, jangaaann…, jaaangaaann……”, Maya dengan suara mengiba-iba masih berusaha mencoba menghalangi niat Herman.
      Maya mencoba mengeser pinggulnya ke samping, berusaha menghindari penis Herman agar tidak dapat menerobos masuk ke dalam liang kewLunaannya.
Sambil tersenyum Herman berkata lagi,
“Kamu tidak dapat kemana-mana lagi, lebih baik kamu diam-diam saja dan menikmati permainan saya ini..!”. Herman lalu memajukan pinggulnya dengan cepat dan menekan ke bawah, sehingga penis besarnya yang telah menempel pada bibir kemaluan Maya dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina Maya dengan tanpa dapat dihalangi lagi.
Testis Herman mengayun-ayun menampar bagian bawah vagina Maya, sementara Maya megap-megap karena dorongan keras Herman.Maya belum pernah merasakan saat seperti ini, setiap bagian tubuhnya serasa sangat sensitif terhadap rangsangan. Buah dadanya terangsang saat ditindih oleh dada Herman. Dirinya sudah lupa kalau sedang diperkosa, ia tidak peduli pada tubuh besar Herman yang sedang bergerak naik turun menindih tubuhnya yang langsing. Maya mulai merasakan suatu sensasi kenikmatan yang menggelitik di bagian bawah tubuhnya, vaginanya yang telah terisi oleh penis besar dan panjang milik Herman, terasa menggelitik dan menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga Maya hanya bisa menggeliat-geliat dan mendesis mirip orang kepedasan.Maya hanya berusaha menikmati seluruh rasa nikmat yang dirasakan tubuhnya. Sekarang Maya mencoba untuk berusaha aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama gerakan Herman di atasnya. Herman melihat Maya mengerang, merintih dan mengejang setiap kali ia bergerak. Dan Maya sudah mulai terbiasa mengikuti gerakannya. Herman merasakan tangan Maya merangkul erat pada punggung bawahnya mengelus-elus ke bawah dan meremas-remas pantatnya serta menariknya ke depan agar semakin merapat pada tubuh Maya. Herman terus menggosok-gosokkan penisnya pada klitoris Maya.Herman sekarang ingin membuat Maya orgasme terlebih dahulu. Maya semakin terangsang dan tak terkendali lagi setiap kali bagian tubuhnya bergerak mengikuti tekanan dan sodokan Herman, sekarang wajahnya terbenam di dada bidang Herman, mulutnya megap-megap seperti ikan terdampar di pasir, dengan perlahan-lahan mulutnya bergeser pada dada Bossnya dan sambil terus menjilat akhirnya tiba pada puting susu Herman.Sekarang Maya secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting susu Herman, sehingga badan Herman mulai bergetar juga saking merasa nikmatnya. Penis Herman terasa semakin keras, sehingga Herman semakin ganas saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Maya dalam-dalam. Maya merasakan vaginanya berkontraksi, sambil berusaha menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik seluruh dinding liang kemaluannya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.Perasaan itu makin lama makin kuat menguasainya sehingga seakan-akan menutupi kesadarannya dan membawanya melayang-layang dalam kenikmatan yang tidak pernah dialaminya selama ini dan tidak dapat dilukiskan ataupun diuraikan dengan kata-kata. Kenikmatan yang dialami Maya tercermin pada gerakan tubuhnya yang meronta-ronta liar tanpa terkendali bagaikan ikan yang menggelepar-gelepar terdampar di pasir. Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,
“Ooohhhh…., aagghh…, adduhhh..!”.

Bencana Dinas Di Semarang3

     Kedua pahanya mMayagkari pantat Herman dan dengan kuat menjepit serta menekan ke bawah, disertai tubuhnya yang mengejang dan kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, benar-benar suatu orgasme yang dahsyat telah melanda Maya. Herman merasakan penisnya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan Maya yang berdenyut-denyut disertai isapan kuat seakan-akan hendak menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan dinding vagina Maya dan di ujung sana terasa ada “tembok” yang mengelus kepala penisnya.Setelah beristirahat sejenak dan melihat Maya sudah agak tenang, Herman mulai memompa lagi. Pompaan Herman kali ini segera dibalas oleh Maya, pinggulnya bergerak-gerak “aneh” tapi efeknya luar biasa. Penis Herman serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. Lalu masih ditambah dengan variasi, ketika pinggul Maya berhenti dari gerakan aneh itu, tiba-tiba Herman merasakan penisnya terjepit dengan kuat dan dinding-dinding kemaluan Maya berdenyut-denyut secara teratur, sekitar 4-5 kali denyut menjepit, baru kemudian bergoyang aneh lagi.
Wah, suatu sensasi melanda perasaan Herman, suatu hubungan kelamin yang belum pernah dinikmatinya dengan wLuna manapun juga selama ini. Menyesal Herman karena tidak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam liang kemaluan Maya makin bervariasi. Terkadang Herman malah meminta Maya berhenti bergoyang untuk sekedar menarik nafas panjang. Lumatan dinding kemaluan Maya pada penis Herman membuatnya geli-geli dan serasa akan ‘meledak’.Herman tidak ingin cepat-cepat sampai, karena masih ingin menikmati
“elusan” vagina Maya. Tetapi gerakan-gerakan di dalam liang kewLunaan Maya semakin menggila dan semakin liar.Hingga akhirnya Herman harus menyerah, tak mampu menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, semakin cepat Herman bergerak mengimbangi goyangan pinggul Maya, semakin terasa pula rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks, mendaki puncak, saat-saat yang paling nikmat. Dan akhirnya, pada tusukan yang terdalam, Herman menyemprotkan maninya kuat-kuat di dalam liang kewLunaan Maya, sambil mengejang, melayang, bergetar. Pada detik-detik saat Herman melayang tadi, tiba-tiba kaki

    Maya yang pada awalnya mengangkang, diangkatnya dan menjepit pinggul Herman kuat-kuat. Amat sangat kuat.Lalu tubuhnya ikut mengejang beberapa detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi dan lagi…, Maya pun tidak sanggup menahan dorongan orgasme yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliak-beliak, serta keseluruhan tubuhnya bergetar dengan hebat tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Maya.“Maaannn, aduuuh, Maaannn, aahhhhh…, aaduuhh…, nikmaaatt.., Mann….!”.Herman tersenyum puas melihat tubuh Maya terguncang-guncang karena orgasme selama 15 detik tanpa henti-hentinya. Kemudian tangan Maya dengan eratnya menekan pantat Herman ke arah selangkangannya sambil kakinya menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Herman pun terus menggerakkan penisnya untuk menggosok klitoris Maya. Setelah orgasmenya selesai, tubuh Maya langsung terkulai lemas tak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan dan kakinya terbentang melebar ke kiri kanan. Maya merasa bagian-bagian tubuhnya seolah terlepas dan badannya tidak dapat digerakkan sama sekali.Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Maya kembali ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah tindihan badan kekar lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja memberikan kepuasan yang tiada tara padanya. Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya,

    bagaimana dia bisa begitu gampang ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar dan Maya mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Maya, Herman mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain karena ia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.Sambil membujuk dan mengelus-elus rambut Maya dengan perlahan-lahan penisnya mulai tegang lagi dan dengan halus penisnya yang memang telah berada tepat di depan kemaluan Maya ditekan perlahan-lahan agar masuk ke dalam kewLunaan Maya. Pada saat merasakan penis Herman mulai menerobos masuk ke dalam kewLunaannya, Maya bereaksi sedikit dengan mencoba memberontak lemah tapi akhirnya diam pasrah dan membiarkan penis besar tersebut masuk sepenuhnya ke dalam liang kewLunaannya.Dengan perlahan-lahan Herman menggerakkan badannya naik-turun, sehingga lama-kelamaan tubuh Maya mulai terangsang kembali dan bereaksi, dan pergumulan kedua insan tersebut semakin lama semakin seru mendaki puncak kepuasan dan kenikmatan, terlupa akan segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut sepanjang malam dan baru berhenti menjelang fajar menyingsing keesokan harinya.Pukul 10 pagi keduanya baru terbangun dan terlihat Luna telah berpakaian rapi, sedang menikmati sarapan paginya sambil mengerling ke arah mereka dengan senyum-senyum rahasia. Pada mulanya Maya merasa sangat malu terhadap Luna, tapi melihat reaksi Luna yang seperti itu, seakan-akan mengajak bersekutu, akhirnya Maya menjadi terbiasa

       



Wanita Kantoran Bispak

Wanita Kantoran Bispak Cerita Sex Terbaru | Namaku Antonie. Saat ini umurku 30 tahun. Sebenarnya aku sudah berumah tangga dengan seor...